Tuesday, December 5, 2017

Pantura Masih Jadi Juaranya ! part 3




Percaya nggak percaya, tapi inilah faktanya tentang Pantura. Mau percaya atau tidak itu terserah. Tetapi setelah kamu baca selengkapnya kamu akan setuju dengan pendapat Mimin. Pantura masih tetap juara!
Eit jangan senag dulu, karena yang akan kita bahas kali ini menyangkut banyak orang dan kepentingan di sana. Beberapa daerah di Pantura adalah juaranya kasus perceraian yg ajukan oleh pihak wanita.


Teori sebab akibat masih bekerja sampai saat ini. Ada asap dan akan ada api, begitu cara kerjanya. Di Pantura yg hampir mendominasi pemasok TKI ke luar negeri menyisakan cerita yg harus dicarikan solusinya.

Hampir 60% dari TKI Indonesia adalah wanita. Artinya, 6 dari sepuluh yg meninggalkan kampung halamannya mencari nafkah adalah wanita. Dan 3 diantara wanita itu adalah mereka yg berasal dari Pantura. Dan lihat data selanjutnya..

Faktanya selanjutnya adalah ternyata tiga provinsi ini menjadi penyumbang kasus perceraian terbanyak di Indonesia, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat berada di jalur Pantura. Pengadilan Tinggi Agama Semarang, menjadi posisi pertama yang telah mengabulkan lebih dari 525 ribu kasus perceraian. Sedangkan di posisi kedua ada Pengadilan Tinggi Surabaya yang telah menangani 509 ribu kasus perceraian. Posisi ketiga ada Pengadilan Tinggi Bandung yang mengabulkan sekitar 437 ribu perceraian.




Kasus perceraian di Pantura memiliki rasio tertinggi hingga 84% dari keseluruhan perkara yang ditangani oleh Pengadilan Agama. Pada data ini, terlihat dua jenis kasus perceraian yang dilaporkan pada Pengadilan Agama yaitu Cerai Gugat yang dilaporkan pihak wanita dan Cerai Talak yang dilaporkan oleh pihak pria.

Terlihat pihak istri lebih banyak mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama dengan total 224.240 laporan yang diterima. Dari keseluruhan, terdapat 152.395 pasangan suami istri resmi diceraikan secara hukum oleh Pengadilan Agama. Sedangkan laporan lainnya belum terselesaikan dan tidak bisa diputuskan karena berbagai hal, mulai dari dicabut, ditolak, tidak diterima, atau dicoret dari register.

Sedangkan cerai talak yang dilakukan oleh suami, jumlahnya lebih kecil, hanya sekitar 90 ribu kasus saja, dengan persentase diterima hanya 60 ribu kasus atau sekitar 66 persen saja.

Akibat dari tingginya jumlah laporan perceraian yang diterima, tahun ini sudah ada 212 ribu janda baru di Indonesia. Catat, 200ribu lebih janda baru kuy ! Jumlah ini akan lebih meningkat bila digabungkan dengan putusan cerai yang dikabulkan oleh Pengadilan Negeri.





Itulah mengapa populasi Janda banyak terdapat disekitaran Pantura. Rata-rata adalah janda muda yg bercerai karena masalah ekonomi, selingkuh, pernikahan dini dan kurangnya kepercayaan kepada pasangan.

Jadi wahai kalian para pemuda Pantura, apa alasan sampai sekarang kalian masih jomblo? Ah... lihatlah keluar kids, janda muda zaman now sudah menantimu diluar sana...

NB : Tolong sisain satu buat Mimin yak.. :p

Salam dari Pantura!

1 comment:

Hai Tayo...Hai Tayo...

Hi Tayo.. Hi Tayo.. Dia bis kecil ramah Melaju , melambat, Tayo selalu senang... Yup, itulah sepenggal lirik soundtrack Tayo The L...